in

Yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh saat Kita Kesemutan

Ilustrasi Kesemutan di Tangan (Freepik)
Ilustrasi Kesemutan di Tangan (Freepik)

Hampir semua orang pernah mengalami kesemutan. Sebenarnya, kesemutan merupakan suatu kondisi medis yang dikenal dengan nama paresthesia.

Umumnya, kesemutan terjadi di tangan dan kaki ketika kita terlalu lama berada dalam posisi tertentu dan tidak bergerak. Saat kesemutan, kita merasakan sensasi seperti ada banyak semut yang bergerak di dalam tubuh.

Pernahkah kamu berpikir apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat kita mengalami kesemutan?

Mengutip WebMD, kesemutan terjadi karena adanya tekanan pada saraf tertentu. Contohnya, saat duduk bersila, salah satu kaki akan mengalami kesemutan karena ada kaki lainnya yang menindihnya.

Posisi duduk bersila menyebabkan kaki yang berada di bawah mengalami tekanan pada saraf. Kondisi inilah yang pada akhirnya menimbulkan kesemutan.

Selain itu, kesemutan juga merupakan respon tubuh terhadap perubahan aliran darah. Maka, saat mengalami kesemutan, ada aliran darah yang terhambat dan saraf yang terganggu sehingga tubuh mengirimkan sinyal elektrik yang kita anggap sebagai sensasi kesemutan.

Nah, sinyal elektrik ini sebenarnya merupakan respon tubuh untuk berkomunikasi dengan sistem saraf pusat yaitu otak dan otak membuat kita sadar bahwa kita sedang mengalami kesemutan.

Setelah sadar, tentu kita akan berusaha menghilangkan sensasi kesemutan itu seperti berpindah posisi dari yang semula duduk bersila atau menggerakkan bagian tubuh yang kesemutan.

Kesemutan pada umumnya berlangsung dalam waktu yang singkat, tetapi kesemutan juga bisa terjadi dalam jangka panjang. Jika kamu mengalami kesemutan dalam waktu lama, segeralah periksa ke dokter karena hal ini menandakan kondisi kesehatan yang cukup serius.

Beberapa kondisi medis yang menyebabkan kesemutan jangka panjang yaitu gagal ginjal, saraf kejepit, dan kekurangan hormon tiroid.