Makan cokelat sejak lama diketahui memang mendatangkan banyak manfaat kesehatan. Mulai dari manfaat bagi kesehatan jantung, tekanan darah, hingga kesehatan otak. Uniknya, tak hanya sederet manfaat tersebut, studi terbaru juga menunjukkan jika konsumsi cokelat mampu memperpanjang usia seseorang.
Sebuah penelitian yang baru diterbitkan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics ini mengeksplorasi dampak konsumsi cokelat terhadap risiko kematian akibat penyebab tertentu. Temuan ini semacam menguatkan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa antioksidan yang ditemukan dalam biji kakao dapat memperbaiki sel-sel rusak dalam tubuh. Kakao juga telah dikaitkan dengan penurunan tekanan darah dan pencegahan penumpukan lemak di arteri, yang penting untuk kesehatan jantung.
Penelitian tersebut didasarkan pada studi terhadap catatan kesehatan 84.709 wanita pascamenopause di AS selama periode 19 tahun.
Peneliti utama, Dr Yangbo Sun dari University of Tennessee, menekankan bahwa meskipun dampak kesehatan jangka panjang dari konsumsi cokelat masih belum jelas, penelitian ini menemukan korelasi antara asupan coklat dan risiko kematian yang sedikit lebih rendah
Aspek yang menarik dari temuan penelitian ini adalah bahwa responden yang mengonsumsi cokelat memiliki risiko lebih rendah terhadap semua penyebab kematian dibandingkan dengan mereka yang tidak. Selain itu, resiko yang terus menurun juga berbanding lurus dengan seberapa seringnya konsumsi, dengan risiko terendah diamati pada mereka yang mengonsumsi satu porsi setiap hari.
Kesimpulannya, asupan cokelat dalam jumlah sedang (tiga porsi setiap minggu) tampaknya menurunkan risiko kematian, bahkan setelah digabungkan dengan berbagai faktor pengganggu lainnya.
