in

Meski Bukan Plastik, Paper Cup Ternyata Tidak Ramah Lingkungan

Paper cup. Freepik
Paper cup. Freepik

Gelas kertas atau paper cup nampaknya bukan alternatif yang baik dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan gelas plastik. Hal ini mengacu pada temuan para peneliti di Universitas Gothenburg yang menemukan bahwa bahan pengganti ini nampaknya sama berbahayanya dengan plastik.

Dalam penelitian tersebut, tim Gothenburg mengamati efek cangkir sekali pakai yang terbuat dari berbagai bahan terhadap jentik nyamuk.

“Kami meninggalkan gelas kertas dan gelas plastik di sedimen basah dan air selama beberapa minggu dan mengamati bagaimana bahan kimia yang terlarut mempengaruhi larva. Semua mug berdampak negatif terhadap pertumbuhan jentik nyamuk,” kata penulis utama studi, Profesor Bethanie Carney Almroth.

Perlu diingat bahwa kertas itu sendiri tidak tahan lemak atau air, maka diperlukan lapisan permukaan agar bisa digunakan. Sayangnya, seringkali lapisan ini merupakan lapisan plastik yang dirancang untuk melindungi kertas dari isi yang dikandungnya, seperti minuman panas.

Lebih lanjut, lapisan plastik pelindung ini terbuat dari polilaktida (PLA), sejenis bioplastik yang umumnya berasal dari sumber daya terbarukan seperti jagung, singkong, atau tebu.

Meski dilabeli biodegradable atau dapat mudah terurai, penelitian ini menunjukkan bahwa PLA masih beresiko menimbulkan implikasi negatif.

Profesor Carney Almroth juga menjelaskan efek terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh bioplastik, yang tidak terurai secara efektif ketika berada di lingkungan, yaitu di dalam air.

“Mungkin ada risiko plastik tetap berada di alam dan mikroplastik yang dihasilkan dapat tertelan oleh hewan dan manusia, sama seperti plastik lainnya. Bioplastik mengandung bahan kimia setidaknya sama banyaknya dengan plastik konvensional,” ungkap Carney.