in

Filosofi Bunga Dahlia sebagai Hadiah Istimewa

Bunga dahlia. Foto: Pixabay
Bunga dahlia. Foto: Pixabay

Bunga dahlia memiliki tampilan yang begitu indah dan menawan saat mekar. Bunga ini terdiri dari beberapa warna yang indah, di antaranya pink, oranye, merah, juga kuning.

Keindahan yang ditampilkan bunga dahlia, membuatnya dinobatkan menjadi bunga terbaik pada 2019 oleh National Garden Bureau’s atau Biro Taman Nasional. Di balik keindahan yang dimiliki, bunga dahlia memiliki sejarah yang kaya dan kemungkinan besar tidak disadari banyak orang.

Nama dahlia sendiri dinamai ahli botani Swedia abad ke-18, Anders Dahl. Dahl sebenarnya awalnya mengkategorikan dahlia sebagai sayuran karena umbinya yang bisa dimakan. Konon, umbinya tersebut memiliki rasa seperti campuran antara kentang dan lobak.

Namun penampilannya yang cantik, membuat bunga dahlia banyak digunakan dalam acara pernikahan. Hal ini tidak hanya karena penampilannya yang cantik, tetapi juga memiliki makna mendalam.

Selama era Ratu Victoria, dahlia adalah simbol komitmen dan persatuan abadi. Bunga dahlia juga digunakan untuk mewakili kekuatan batin, kreativitas, juga keanggunan.

Bunga dahlia banyak diartikan sebagai sebuah penghormatan. Karena itulah, bunga ini kerap dijadikan buket bunga pada acara pernikahan.

Sesuai dengan tampilannya yang begitu indah dan elegan, bunga dahlia memang menunjukkan makna martabat, komitmen, hingga keabadian. Alasan itu juga yang membuat bunga ini sering dijadikan sebagai simbolisasi dalam acara sakral.

Bunga dahlia dikenal sulit berkembang biak dan membutuhkan sejumlah perawatan. Merawatnya perlu ketelatenan, ketegaran hingga kecermatan dalam penanamannya.

Alasan itulah yang membuat banyak orang menyebutkan filosofi dahlia bisa sebagai simbolisasi sebuah kesabaran. Sehingga bunga ini layak dijadikan hadiah bagi orang istimewa.

Orang istimewa yang dimaksud bukan hanya kepada pasangan atau kekasih. Melainkan juga ke orang tua atau saudara yang mungkin saja telah setia dan sabar dalam mendidik atau mendampingi Anda berjuang.