Platform X atau sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dilaporkan berencana menguji tiga tingkatan layanan premium berbeda. Rencana ini menurut laporan Bloomberg pertama kali muncul atas arahan CEO X yaitu Linda Yaccarino. Wacana pertama kali terungkap saat Yaccarino mengatakan kepada para bankir bahwa X akan membagi layanan premium mereka menjadi tiga paket berbeda yaitu, basic, standard, dan plus. Ketiganya akan memiliki fitur dan harga yang berbeda pula.
Diketahui bahwa rencana ini akan memungkinkan X punya pendapatan tambahan. Sebuah langkah yang dinilai menguntungkan sebab perusahaan itu dilaporkan mengalami serangkaian kerugian dana iklan sejak diambil alih oleh Elon Musk. Meski rencana sudah digembar-gemborkan, sejauh ini belum ada informasi jelas kapan tepatnya paket berlangganan dengan tiga tingkatan berbeda ini akan diluncurkan.
Sejauh ini, informasi yang beredar mengungkap bahwa paket premium basic, premium standar, dan premium plus masing-masing akan memiliki jumlah tampilan iklan berbeda. Ada iklan penuh, setengah, dan tanpa iklan. Sedangkan untuk tanda verifikasi centang biru, belum diketahui apakah tanda tersebut akan tetap eksklusif atau tidak.
Bloomberg juga mencatat bahwa X akan mematok harga yang berbeda berdasarkan jumlah iklan yang ditampilkan kepada para pengguna di setiap tingkatan premium. Sebagai informasi, saat ini harga paket premium X berharga US$8 per bulan.
Sejauh ini juga belum jelas, apakah pengujian ini semacam tindak lanjut dari perkataan Musk soal membuat X jadi platform berbayar bagi semua pengguna.
