in

Mengenal Campanula, Bunga Lonceng Pertanda Musim

Ilustrasi tanaman hias berbunga. Foto: Paxabay

Campanula menjadi salah satu tanaman yang direkomendasikan untuk hadir di taman. Pertumbuhan tanaman ini tidak tinggi, tapi jika dikumpulkan semua melebar dengan bunganya yang penuh menutupi daunnya akan menciptakan tampilan yang sangat indah.

Itulah alasan yang membuat campanula sangat cocok ditanam di tengah-tengah taman. Jika ditanam di pot, juga tak kalah indah dengan bunga-bunganya yang penuh.

Meski penuh dengan bunga, tanaman ini bukan tanaman bunga merayap atau creeping phlox. Hanya saja, tanaman ini memang berperawakan pendek.

Campanula termasuk tanaman berbunga dalam keluarga Campanulaceae dengan nama umum Bellflower/bunga lonceng. Nama umum dan nama ilmiahnya diambil dari bunganya ynag berbentuk lonceng-campanula yang berasal dari bahasa latin untuk ‘lonceng kecil‘.

Marga atau genus campanula sekitar lebih dari 500 spesies dan beberapa subspesies. Genusnya tersebar di daerah beriklim sedang dan subtropis di Belahan Bumi Utara seperti Eropa termasuk tempat ane tinggal Austria.

Tanaman ini sangat beraneka ragam di wilayah Mediterania timur hingga Kaukasus. Jangkauannya juga meluas hingga ke pegunungan di daerah tropis Asia dan Afrika

Spesies campanula latifolia termasuk tanaman tahunan, dua tahunan, dan abadi. Kebiasaannya bervariasi dari spesies kerdil Arktrik dan Alpen di bawah 5 cm hingga padang rumput beriklim besar dan spesies hutan yang tumbuh setinggi 2 meter.

Bunga-bunganya sungguh cantik dengan kelopak lima berbentuk lonceng. Itu menjadi salah satu kekuatannya yang memikat pencinta keindahan.

Tanaman campanula biasanya mekar di musim semi. Bunga-bunga ini dihargai ratusan ribu rupiah jika sudah dijual di supermarket yang menandakan bahwa tanaman ini bukan bunga recehan.

Warna bunga campanula berwarna ungu terang menyala hingga biru dongker. Warna itu cukup mencerahkan hari meski saat tengah mendung.