in

Alasan Ilmiah Mengapa Kopi Bikin Kita Ingin Buang Hajat

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Coba perhatikan, apakah setelah kamu menikmati kopi pada hari tak lama kemudian kamu buru-buru ke kamar mandi karena ingin membuang air besar atau membuang hajat? Jika ya, kamu tidak sendirian.

Beberapa alasan mengapa beberapa orang ingin membuang hajat setelah minum kopi. Mulai dari dampak kopi terhadap hormon usus dan aktivitas usus besar hingga waktu kamu meminumnya.

Dorongan untuk buang hajat lebih banyak dialami perempuan

Meskipun kopi tidak memiliki efek merangsang buang hajat pada semua orang, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kopi mendorong keinginan untuk buang hajat pada setidaknya sebagian populasi, dan cenderung lebih berdampak pada perempuan daripada pria.

Efek ini dapat terjadi dengan cepat. Studi menunjukkan bahwa kopi dapat meningkatkan kontraksi otot di usus besar dalam waktu 4 menit, yang dapat memicu keinginan untuk membuang air besar.

Kopi mempengaruhi hormon usus

Satu studi lampau menemukan bahwa minum kopi berkafein memiliki efek 23 persen lebih kuat pada kepadatan usus besar dibandingkan kopi tanpa kafein. Artinya, minum kopi berkafein kemungkinan besar akan memicu keinginan buang air besar yang lebih kuat dibandingkan kopi tanpa kafein.

Dilansir publikasi StatPearls, kopi merangsang peningkatan produksi beberapa hormon seperti gastrin dan kolesistokinin yang terlibat dalam respons yang disebut refleks gastrokolik, yang merangsang kontraksi di usus dan menggerakkan kotoran ke arah rektum untuk dikeluarkan.

Efek stimulasi kopi pada penggunaan paling kuat pada pagi hari

Sebuah studi lampau menemukan bahwa efek stimulasi kopi pada usus tampaknya paling kuat pada pagi hari. Kemungkinan ini karena saat tidur, proses pengosongan perut oleh tubuh lebih lambat dibandingkan saat bangun.

Kafein juga bisa berkontribusi

Menurut US Food & Drug Administration (FDA), meskipun kafein tidak dianggap sebagai satu-satunya penyebab buang hajat setelah minum kopi, tetapi ini bisa menjadi salah satu faktornya. Secangkir kopi 8 ons biasanya mengandung antara 80–100 miligram (mg) kafein. Kafein dalam kopi merangsang aktivitas otot usus besar dan meningkatkan tekanan di anus, yang meningkatkan keinginan untuk buang hajat.

Susu atau krim yang kamu tambahkan ke dalam kopi bisa berperan

Menambahkan susu sapi atau krim ke kopi dapat mempengaruhi pergerakan usus. Susu saja dapat menyebabkan kembung, diare, gas, mual, dan nyeri perut pada orang dengan intoleransi laktosa.

Ada beberapa alasan mengapa minum kopi bisa membuat kita ingin membuang air besar. Senyawa dalam kopi seperti kafein, efek kopi pada hormon tertentu, dan aditif kopi seperti krim dan pengganti gula semuanya bisa berperan.

Kalau efek ini dirasakan mengganggu, bereksperimenlah dengan apa yang kamu campurkan ke dalam kopi, seberapa banyak kamu minum kopi, dan kapan kamu minum kopi untuk melihat apakah itu membuat perbedaan dalam rasa ingin buang air besar setelah minum kopi.