in

Perawatan Bunga Campanula, Inspirasi Dongeng Rapunzel

Ilustrasi tanaman hias berbunga. Foto: Paxabay

Campanula menjadi salah satu tanaman yang direkomendasikan untuk hadir di taman atau halaman rumah. Tanaman inspirasi dongeng Rapunzel ini akan sangat indah jika dikumpulkan dalam pot dengan bunganya yang penuh menutupi daunnya.

Meski penuh dengan bunga, tanaman ini bukan tanaman bunga merayap atau creeping phlox. Hanya saja, tanaman ini memang berperawakan pendek.

Campanula termasuk tanaman berbunga dalam keluarga campanulaceae dengan nama umum bellflower/bunga lonceng. Nama umum dan nama ilmiahnya diambil dari bunganya yang berbentuk lonceng-campanula yang berasal dari bahasa latin untuk ‘lonceng kecil‘.

Berhubung bunga campanula tanaman ini bersifat pedesaan, maka perawatan dan budidayanya tidak terlalu rumit. Campanula bisa ditanam di dalam pot maupun ditanaman langsung di tanah.

Hanya saja, campanula penting disimpan di area yang memiliki naungan. Sinar matahari bisa sangat merusak pertumbuhannya dan bisa berakhir dengan layu atau bahkan mati.

Untuk irigasi, dibutuhkan irigasi yang melimpah untuk mendukung pertumbuhan campanula terutama saat di musim panas. Namun tidak juga sampai tergenang air.

Agar pertumbuhannya ideal, campanula harus selalu disimpan pada tingkat kelembapan yang sesuai. Saat musim dengan suhu yang lebih tinggi, sebaiknya menyiram tanaman ini secara bergantian dengan pupuk cair.

Naman saat musim dingin, lebih baik menyirami tanaman ini lebih sedikit agar tidak tergenang air. Sebaiknya mengggunakan penyemprot dengan lembut dan menjaganya tetap lembap.

Sangat penting untuk menjaga mulsa tetap lembap agar tanaman ini dapat memperoleh nutrisi. Jika tidak menggunakan mulsa, kita bisa menggunakan piring dengan batu dan air dan meletakkan pot di atasnya, asal berhati-hati agar air tidak bersentuhan dengan alas pot.