in

Beberapa Kebiasaan yang Membuat Laptop Cepat Rusak

Kebiasaan yang Membuat Laptop Rusak (Freepik)

Beberapa perangkat elektronik terutama laptop akan bertahan selama beberapa tahun dan performanya akan terus menurun dari tahun ke tahun. Turunnya performa tersebut dikarenakan beberapa kebiasaan buruk dari penggunanya. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang membuat laptop cepat rusak:

Penggunaan berlebihan

Terlalu sering atau terlalu lama menggunakan laptop secara terus-menerus tanpa memberikan waktu istirahat bisa meningkatkan suhu internal laptop dan mempercepat penurunan kinerja.

Menyimpan di tempat yang tidak sesuai

Saat sedang menggunakan laptop, letakkan laptop di tempat yang dapat mengalirkan udara yang baik. Hindari meletakkan laptop di tempat yang lunak dan berbusa karena dapat memerangkap suhu pada laptop.

Tidak menggunakan pendingin tambahan

Laptop dengan ukuran yang besar dan penggunaan yang berat seperti laptop gaming, umumnya membutuhkan pendingin atau kipas tambahan. Laptop tanpa pendingin tambahan dapat menyebabkan suhu internal yang tinggi dan mengurangi umur baterai serta merusak komponen hardware.

Jarang membersihkan laptop

Debu dan kotoran yang menumpuk pada ventilasi atau komponen internal laptop dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan overheating. Oleh karena itu, pembersihan laptop perlu dilakukan secara rutin. Bersihkan laptop dengan alat khusus agar memberikan hasil yang maksimal.

Adaptor tidak sesuai

Menggunakan adaptor daya yang tidak sesuai atau tidak asli dapat merusak baterai atau komponen lain di dalam laptop. Gunakan adaptor yang sudah direkomendasikan oleh produsen laptop merek tersebut agar sesuai dengan input dan output yang diberikan.

Mematikan laptop secara paksa

Mematikan laptop secara paksa dengan menekan tombol daya tanpa proses shut down yang benar bisa merusak sistem operasi atau menyebabkan kehilangan data.

Tidak menggunakan anti virus

Tidak memiliki perlindungan keamanan yang memadai dapat membuat laptop rentan terhadap serangan virus, malware, atau serangan cyber lainnya yang dapat merusak sistem.