in

5 Strategi Cerdas Mengelola Keuangan untuk Fresh Graduate Agar Cepat Kaya

Ilustrasi. Foto: Freepik

Sebagai lulusan baru yang baru memasuki dunia kerja, banyak tantangan dan keputusan keuangan yang perlu dihadapi. Untuk membantu mengatasi berbagai hambatan ini, Profesor Psikologi dan Ekonomi Perilaku, Dan Ariely dari Duke University, memberikan sejumlah tips berharga. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih rinci setiap tip dan memberikan pemahaman mendalam tentang cara freshgraduate dapat mengelola keuangan mereka dengan cerdas untuk mencapai kesuksesan ekonomi.

Ilustrasi. Foto: Freepik

1. Menjauhi godaan pembelian impulsif: Menerapkan masa pendinginan

Penting bagi freshgraduate untuk memahami risiko pembelian impulsif. Ariely menyarankan adanya “masa pendingin” selama 48 jam sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Langkah ini memberikan waktu untuk memikirkan keputusan dengan lebih bijak dan menghindari pembelian berdasarkan impuls tanpa pertimbangan yang matang.

Saat ini, di era media sosial dan iklan online yang sangat memengaruhi perilaku konsumen, perlu adanya kesadaran akan dampak pembelian impulsif. Bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional dan psikologis.

2. Hindari pengeluaran untuk barang-barang baru dan “Trendi”

Ariely memberikan peringatan kepada fresh graduate agar bijaksana dalam mengelola pengeluaran mereka, khususnya terkait dengan barang-barang baru dan tren terkini. Konsep “treadmill hedonis” yang dijelaskan oleh Ariely mengingatkan kita bahwa kebahagiaan dari barang baru cenderung bersifat sementara. Oleh karena itu, lebih bijaksana untuk fokus pada kebutuhan daripada keinginan sesaat.

Sebagai contoh, saat mendapatkan penghasilan pertama, mungkin terasa menggoda untuk meningkatkan gaya hidup dengan membeli berbagai barang mewah. Namun, kebijaksanaan jangka panjang menyarankan agar fresh graduate mempertimbangkan dengan seksama setiap pengeluaran dan mengutamakan kebutuhan yang lebih mendesak.

3. Pikirkan masa depan dan hindari berhutang: Keberlanjutan keuangan

Penting untuk fresh graduate memahami arti dari berhutang dan dampak jangka panjangnya pada keuangan pribadi. Ariely menekankan bahwa usia muda seharusnya bukan waktu untuk berhutang, melainkan sebagai momen penting untuk memulai menabung. Pembelajaran tentang manajemen keuangan melibatkan kesadaran akan pentingnya memiliki rencana keuangan yang berkelanjutan.

Ketika seorang fresh graduate memahami kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan tabungan, mereka dapat menciptakan fondasi keuangan yang kokoh untuk masa depan. Hindari berhutang terlalu banyak dan mulailah menabung sejak dini untuk memanfaatkan bunga majemuk yang dapat bekerja sangat baik ketika dimulai dari usia muda.

4. Renungkan pengeluaran masa lalu dan pelajaran dari penyesalan

Membangun kebijaksanaan finansial melibatkan melihat ke belakang dan merenungkan pengeluaran masa lalu. Ariely menyarankan untuk mengidentifikasi area di mana kita mungkin telah menghabiskan uang terlalu banyak tanpa pertimbangan yang matang. Dalam hal ini, penelitian tentang penyesalan pengeluaran dapat memberikan wawasan berharga.

Pembelian impulsif pada akhir pekan, seperti pergi keluar yang seringkali menghasilkan tagihan transportasi dan makanan yang tinggi, merupakan salah satu contoh yang sering disesali. Dengan merenungkan pengeluaran tersebut, fresh graduate dapat belajar dari kesalahan masa lalu dan membuat keputusan keuangan yang lebih bijak di masa depan.

5. Banggakan tabungan dan temukan kesenangan dalam menabung

Salah satu aspek kunci dari manajemen keuangan yang berhasil adalah pengelolaan tabungan dengan baik. Ariely menyoroti bahwa, meskipun banyak yang melihat menabung sebagai tugas yang menyiksa, ada kebahagiaan yang dapat ditemukan dalam membangun kebiasaan keuangan yang baik.

Seiring waktu, ketika freshgraduate berhasil mengumpulkan tabungan dan mencapai kenyamanan finansial, penting untuk merayakan pencapaian tersebut. Ini bisa dilakukan dengan memberikan hadiah pada diri sendiri sesekali, tetapi tetap dalam batas yang terjangkau. Memberikan penghargaan pada diri sendiri adalah cara untuk menjaga keseimbangan emosional dan memberikan dorongan motivasi.