in

Apa yang Terjadi Jika Serangga Punah? Berikut Penjelasannya

Ilustrasi Serangga (Freepik)

Sebagian orang menganggap serangga sebagai hama yang merusak tanaman di halaman rumah. Sebaliknya, ada serangga yang dengan pintarnya masuk ke tempat-tempat yang tidak diinginkan, seperti kamar tidur, kamar mandi, dan dapur, yang membuat mereka tidak disukai.

Meskipun serangga terlihat menggelikan dan menyebalkan, manusia tetap bergantung pada keberadaan mereka, sama seperti halnya dengan tumbuhan dan hewan lainnya. Namun, apa jadinya jika serangga mengalami kepunahan? Apakah akan berdampak pada kehidupan manusia juga? Yuk, simak penjelasan mengenai kemungkinan yang terjadi jika serangga tidak ada di dunia.

1. Menentukan definisi serangga

Ilustrasi Serangga (Freepik)

Sebenarnya apa yang terjadi jika serangga tidak ada di dunia ini? Sebelum kita membahas hal tersebut, mari kita memahami dulu batasan atau kriteria yang membedakan hewan itu sebagai serangga atau bukan.

Kelas Insecta adalah kategori hewan invertebrata yang memiliki tiga bagian tubuh, yaitu kepala, dada, dan perut. Serangga juga memiliki antena dan tiga pasang kaki, serta banyak di antaranya yang memiliki sayap untuk terbang. Berdasarkan definisi tersebut, laba-laba dan lipan tidak termasuk dalam kelas Insecta. Laba-laba hanya memiliki dua bagian tubuh, yaitu kepala dan perut, dan empat pasang kaki. Di sisi lain, lipan memiliki lebih dari tiga pasang kaki, bahkan beberapa dapat memiliki hingga 177 pasang kaki. Oleh karena itu, keduanya tidak termasuk dalam kategori Insecta (serangga).

2. Serangga sebagai rantai makanan

Adanya serangga memiliki peran yang penting sebagai sumber makanan bagi hewan lainnya. Jika serangga tidak ada, akan menimbulkan efek yang besar terhadap ekosistem alam, terutama pada siklus rantai makanan.

Namun, keberadaan serangga juga tidak berpengaruh secara langsung terhadap manusia. Meskipun terlihat tidak masuk akal untuk memilih serangga sebagai makanan, perlu diingat bahwa manusia adalah omnivora yang dapat mengonsumsi tumbuhan dan daging, termasuk serangga. Kamu mungkin juga tahu bahwa beberapa orang menyukai mengonsumsi serangga, seperti street food yang populer di Thailand.

Sebaliknya, serangga menjadi sumber makanan bagi hewan lain. Beberapa tumbuhan juga memangsa serangga, seperti venus flytrap, yang merupakan salah satu jenis tumbuhan karnivora.

3. Beberapa hewan lain akan mati

Beberapa hewan lebih bergantung pada keberadaan serangga daripada manusia. Hewan-hewan tersebut meliputi burung, reptil, dan amfibi yang bergantung pada serangga sebagai sumber makanan utama mereka. Apabila terjadinya ketiadaan serangga, hewan-hewan ini akan mati karena tidak memiliki alternatif makanan lain. Akibatnya, hal ini akan mempengaruhi rantai makanan yang lebih tinggi, bahkan hingga ke manusia sebagai predator puncak dalam rantai makanan tersebut.

4. Adanya serangga membantu proses penyerbukan tumbuhan

Ilustrasi Serangga (Freepik)

Serangga juga berperan penting dalam proses penyerbukan tumbuhan. Mereka berkontribusi besar dalam pembentukan buah-buahan dan sayuran yang dapat dikonsumsi oleh manusia dan hewan. Contohnya, lebah termasuk dalam kelas Insecta dan sering terlihat terbang di sekitar bunga dan tanaman. Saat melakukan aktivitas ini, mereka sebenarnya membawa serbuk sari dari satu tanaman ke tanaman lainnya, yang menyebabkan terjadinya penyerbukan. Selain lebah, kumbang, ngengat, dan lalat juga memiliki peran serupa dalam proses penyerbukan.

5. Memiliki tugas membersihkan lingkungan

Serangga termasuk hewan yang memakan hampir segala hal. Kehadiran serangga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Sebagai contoh, serangga membantu dalam proses penguraian hewan yang telah mati serta bisa meningkatkan kesuburan tanah.

Serangga dikenal mampu menggali ke dalam tanah. Hal ini membantu dalam membuat tanah terbuka dan udara bisa masuk ke dalam tanah dan memungkinkan udara masuk ke dalamnya. Keberadaan serangga ini turut berperan dalam kesuburan tanah. Tanah yang subur ini mendukung pertumbuhan tanaman yang kita tanam, dan pada akhirnya kita dapat menikmati hasilnya.

6. Dampak yang terjadi jika serangga punah

Jika kita membayangkan serangga tidak ada lagi bahkan mengalami kepunahan, tentu akan berdampak ada ekosistem kehidupan alam. Efeknya pasti akan terjadi gangguan pada penyerbukan tanaman yang menghasilkan buah yang kita makan.

Tidak  hanya itu, tanah kehilangan kesuburannya untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang menjadi pakan bagi hewan ternak seperti sapi, kambing, dan lainnya. Kurangnya serangga juga akan berpengaruh terhadap sumber makanan untuk ayam. Dengan demikian, akan berujung tidak adanya buah, sayuran, dan hewan yang dapat dikonsumsi manusia.

Selain itu, ketiadaan serangga juga akan berdampak pada hilangnya fungsi alami sebagai pembersih lingkungan. Hal ini berarti lingkungan kita menjadi lebih rentan terhadap penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan yang mati dan tidak terurai dengan baik.

Dengan demikian, serangga juga memiliki peran yang penting dalam ekosistem alam dan juga kehidupan manusia. Tidak adanya serangga di dunia ini akan menyebabkan ketidakseimbangan kehidupan makhluk hidup yang ada di dunia. Karena itu, manusia sebenarnya sangat berutang banyak pada serangga.