in

Simak 7 Fakta Manusia Purba yang Menarik Diketahui

Ilustrasi Manusia Purba (futura-sciences.com)

Keberadaan fosil manusia purba yang tersebar di berbagai belahan dunia, menunjukkan bahwa manusia purba telah menghuni dan menjelajah Bumi sejak ribuan tahun yang lalu hingga berevolusi menjadi manusia modern. Meskipun banyak yang telah kita ketahui tentang kehidupan dan kebiasaan mereka, masih menyimpan banyak misteri yang jarang terungkap. Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai manusia purba yang wajib diketahui.

Homo sapiens menjadi manusia purba paling berkuasa

Ilustrasi Manusia Purba (koropak.co.id)

Homo sapiens merupakan salah satu jenis manusia purba yang paling berkuasa atau dominan karena memiliki kecerdasan dan kekuatan fisik. Menurut Human Origins, mereka muncul di Afrika sekitar 300 ribu tahun yang lalu.

Dengan kecerdasan yang luar biasa, mereka berhasil bertahan hidup di kondisi alam purba yang keras. Perkembangan teknik berburu dan pertanian mulai terjadi pada masa ini. Ditambah dengan ukuran otak yang lebih besar dibandingkan dengan spesies homo lainnya, homo sapiens mampu berkembang dan bertahan hingga menjadi manusia modern seperti sekarang ini.

Sudah menjelajah dunia jutaan yang lalu

Salah satu saudara jauh manusia modern, homo erectus, juga merupakan salah satu varietas manusia purba yang mampu berjalan tegak. Menurut laporan dari BBC, homo erectus muncul sekitar 2 juta tahun yang lalu. Meskipun bukan spesies manusia modern secara langsung, Homo erectus dianggap sebagai kerabat dekat homo sapiens purba. Dengan kecerdasan mereka, mereka menjelajahi berbagai wilayah, termasuk di Jawa.

Namun, homo erectus akhirnya punah, tampaknya kalah dalam persaingan dengan spesies manusia purba lainnya, terutama homo sapiens. Jejak-jejak homo erectus dapat ditemukan tersebar di berbagai belahan dunia, mulai dari Afrika hingga Asia Tenggara, menandakan migrasi mereka sekitar 2 juta tahun yang lalu.

Terjadinya kepunahan massal banyaknya spesies manusia purba

Sekitar 300.000 tahun yang lalu, ada sembilan spesies Homo yang berjalan di muka Bumi. Namun sekitar 10.000 tahun yang lalu, delapan spesies punah. Hanya homo sapiens yang dapat bertahan hidup hingga berevolusi menjadi manusia modern saat ini. Hal ini disebabkan homo sapiens dapat beradaptasi dengan baik di tengah ganasnya alam.

Berbeda dengan homo sapiens, genus-genus lainnya tidak mampu bertahan dari tantangan alam, sehingga akhirnya punah. Selain itu, homo sapiens juga memiliki dorongan sosial yang lebih kuat, memungkinkan mereka untuk berkolaborasi dalam berburu, bertani, dan akhirnya menggantikan serta menghilangkan genus Homo lainnya yang menyebabkan kepunahan.

Manusia purba memahami karya seni

Ilustrasi Manusia Purba (livescience.com)

Para peneliti telah menemukan lukisan gua tertua yang diketahui berada di Indonesia. Menurut laporan dari Nature, lukisan tersebut diperkirakan berumur 44.000 tahun dan terletak di dinding gua. Secara umum, para ahli percaya bahwa lukisan gua tersebar di berbagai belahan dunia, sering kali menggambarkan kehidupan sosial dan kegiatan berburu dalam kelompok. Sebelumnya, beberapa lukisan gua purba juga telah ditemukan di negara-negara Eropa dengan usia sekitar 40 ribu tahun, seperti yang dilaporkan oleh ilmuwan.

Manusia purba melakukan kawin silang dengan spesies yang lain

Pada masa prasejarah, ada bukti adanya percampuran genetik yang terjadi antara genus atau spesies yang berbeda. Beberapa fosil yang telah ditemukan menunjukkan adanya keturunan campuran antara mereka, terutama campuran antara neanderthal dengan spesies lainnya.

Fosil-fosil yang ditemukan oleh para peneliti diperkirakan berusia antara 90 ribu hingga lebih dari 100 ribu tahun yang lalu. Mengenai homo sapiens, belum dapat dipastikan apakah ada percampuran genetik di masa lalu atau tidak. Namun jika ada, kemungkinan besar percampuran itu terjadi dengan homo neanderthalensis yang merupakan kerabat terdekat dari homo sapiens.

Terdapat tiga spesies homo dalam satu tempat

Sekitar 1,9 juta tahun yang lalu, ada tiga spesies manusia purba yang hidup bersama dalam lingkungan yang sama, seperti yang terungkap dari penemuan artefak mereka di sebuah gua di Afrika Selatan. Spesies-spesies ini meliputi australopithecus africanus, paranthropus robustus, dan homo erectus, yang muncul sekitar 2 juta tahun yang lalu. Para ahli paleoantropologi masih belum pasti apakah ketiga kelompok ini benar-benar berinteraksi satu sama lain. Namun, temuan ini memunculkan pertanyaan menarik mengenai bagaimana homo erectus bisa sampai ke Afrika Selatan.

Homo erectus yang memiliki proporsi tubuh mirip dengan manusia modern. Pertama kali diperkirakan muncul di luar Afrika, tepatnya Georgia sekitar 1,85 juta tahun yang lalu. Mereka kemudian menetap di beberapa kepulauan di Indonesia hingga sekitar 117.000 tahun yang lalu. Andy Herries, seorang paleoantropolog dari La Trobe University di Australia, menjelaskan bahwa terdapat dua kemungkinan dalam kasus ini. Pertama, homo erectus mungkin berasal dari Afrika Selatan dan kemudian menyebar ke wilayah Afrika Timur dan kemudian meninggalkan benua itu. Kedua, homo erectus mungkin berasal dari luar Afrika dan kemudian berpindah ke wilayah tersebut.

Ada manusia purba yang selamat dari letusan super Gunung Toba

Ilustrasi Manusia Purba (pikaia.eu)

Gunung Toba meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu. Pasca-letusan, debunya bertahan dalam atmosfer Bumi selama periode tertentu, menyebabkan penurunan suhu global. Akibatnya, terjadi musim dingin vulkanik yang sangat parah, diperkirakan oleh beberapa ahli hampir memusnahkan semua manusia purba yang ada pada saat itu. Menurut laporan National Geographic, salah satu wilayah yang terkena dampaknya adalah Afrika Selatan. Pada tahun 2018, peneliti menemukan bekas abu letusan Gunung Toba di dua lokasi berbeda di Afrika Selatan, yakni Pinnacle Point dan Vleesbaai.

Temuan tersebut mengungkap bahwa manusia purba yang tinggal di daerah tersebut selama dan setelah letusan supervolcano Toba tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga terus berevolusi. Lebih dari 400.000 artefak menunjukkan bahwa mereka terus berburu, menghasilkan api dan perkakas, serta menetap di situs-situs tersebut selama beberapa generasi berikutnya. Meskipun begitu, hingga saat ini, belum ada penjelasan yang pasti mengenai bagaimana mereka berhasil bertahan dari peristiwa yang hampir memusnahkan sebagian besar manusia purba itu.

Demikianlah informasi menarik mengenai perjalanan manusia purba yang menjelajahi berbagai wilayah dunia. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan kamu!