in

Deretan Kemenangan Sensasional Indonesia di Piala Thomas dan Uber

Momen Thomas Cup 2022. Foto: PBSI

Piala Thomas dan Piala Uber adalah dua turnamen akbar bulu tangkis yang dihelat setiap dua tahun sekali. Piala Thomas, akan mempertandingkan tim putra sedangkan Piala Uber dikhususkan untuk tim putri.

Sebagai informasi, Piala Thomas pertama kali digelar pada tahun 1948. Awalnya, turnamen ini dinamai berdasarkan nama Sir George Thomas, seorang atlet kenamaan Inggris yang menguasai tiga bidang olahraga yaitu tenis, badminton dan catur.

Berbeda dengan Piala Thomas, Piala Uber, yang mempertandingkan tim putri pertama kali digelar pada tahun 1956 dan dinamai berdasarkan nama Betty Uber, seorang pegiat bulu tangkis asal Inggris. Indonesia tentu tak ketinggalan turut serta dalam perhelatan tersebut.

Squad Piala Thomas 2024. Foto: PBSI

Sejak turut serta, Indonesia telah mencatatkan momen dan prestasi gemilang di kedua turnamen ini. Sebut saja kisah-kisah heroik para pemain legendaris seperti Alan Budikusuma, Susy Susanti, Taufik Hidayat, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan telah menjadi inspirasi bagi generasi muda pecinta bulu tangkis di Indonesia. Atau juga momen kemenangan manis tapi sensasional yang pernah dicatatkan Indonesia berikut ini.

Kemenangan Indonesia tahun 1958

Indonesia baru turut serta di ajang Piala Thomas pada tahun 1958. Hebatnya, skuad Merah Putih langsung menorehkan prestasi pada debutnya di Piala Thomas. Saat itu, Indonesia meraih kemenangan perdana dengan mengalahkan Malaysia 6-3. Kemenangan ini diraih berkat kegigihan para atlet, yaitu Ferry Sonneville, Tan Joe Hok, Tan King Gwan, Njoo Kim Bie, dan Alexi Hartono.

Taufik Hidayat kalahkan Ji Xinpeng

Taufik Hidayat di Olimpiade Athena. Foto: Olympics

Kisah kemenangan dramatis lainnya ditorehkan oleh Taufik Hidayat saat melawan Ji Xinpeng, pemain legendaris dari Tiongkok. Pertarungan sengit ini terjadi di final Piala Thomas tahun 2000 saat Taufik Hidayat masih berusia 20 tahun. Taufik Hidayat yang tampil sebagai tunggal putra kedua Indonesia menang atas China 3-0 setelah mengalahkan Ji Xinpeng dengan skor 15-9, 17-14. Kemenangan Taufik kemudan mengantar Indonesia meraih juara setelah nihil gelar 13 tahun lamanya.

Kemenangan perdana di Piala Uber

Indonesia pertama kalinya memenangkan Piala Uber pada tahun 1975. Kemenangan ini diraih setelah perjuangan sengit melawan tim Jepang di final. Kala itu pertandingan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada tanggal 6 Juni 1975.

Nama-nama srikandi yang berjasa mengantarkan Indonesia meraih gelar juara Piala Uber 1975 adalah: Theresia Widiastuty, Tati Sumirah, Minarni Sudaryanto. Ketiganya mewakili Indonesia di sektor tunggal putri. Tak ketinggalan, Indonesia juga saat itu mengirim atlet dari sektor ganda putri yaitu pasangan pasangan Minarni Sudaryanto/Regina Masli bersama Imelda Wiguna/Theresia Widiastuty.

Kemenangan Susy Susanti

Bergeser ke Piala Uber, kita tak boleh lupa soal prestasi yang dicatatkan Susy Susanti pada final Piala Uber 1994. Kala itu, Susi Susanti berhasil mengalahkan wakil Tiongkok, Ye Zhaoying dalam pertandingan yang cukup sengit. Dikutip dari laman PB Djarum, Susy berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik usai mengalahkan Ye Zhaoying, dengan skor 11-4 dan 12-10. Hasilnya, Indonesia merai gelar juara Piala Uber.