Sudah berjam-jam rebahan, posisi tidur sudah dibuat senyaman mungkin, tetapi mata masih belum mau terpejam. Begitu melihat jam, waktu tidur malah semakin berkurang. Kalau situasi seperti ini sering terjadi, bisa jadi kamu sedang mengalami insomnia.
Insomnia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu awal dan sulit kembali tidur. Gangguan tidur ini bisa membuat tubuh terasa kurang segar saat bangun dan memengaruhi aktivitas pada hari berikutnya.
Kabar baiknya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dicoba untuk membantu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.
Kenali Tanda Insomnia
Insomnia tidak hanya ditandai dengan sulit memejamkan mata. Gangguan tidur ini dapat muncul dalam beberapa bentuk.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sulit mulai tidur meski sudah merasa lelah
- Sering terbangun di tengah malam
- Bangun terlalu pagi dan sulit tidur kembali
- Merasa tidur tidak cukup atau tidak menyegarkan
- Mengantuk dan lelah pada siang hari
- Sulit berkonsentrasi setelah tidur yang kurang
- Mudah merasa kesal atau mengalami perubahan suasana hati
Mengalami kesulitan tidur sesekali belum tentu berarti kamu mengalami insomnia. Kondisi tersebut perlu diperhatikan ketika terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
1. Buat Jadwal Tidur yang Konsisten
Tubuh memiliki pola tidur dan bangun yang dipengaruhi oleh ritme sirkadian. Karena itu, membiasakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari dapat membantu membangun pola tidur yang lebih teratur.
Coba tentukan jam tidur yang realistis dan usahakan tetap konsisten, termasuk ketika akhir pekan. Kamu tidak harus langsung mengubah jadwal secara drastis. Lakukan secara bertahap agar tubuh lebih mudah beradaptasi.
2. Ciptakan Suasana Kamar yang Nyaman
Lingkungan kamar juga bisa memengaruhi kualitas tidur. Kamar yang terlalu terang, bising, atau terasa tidak nyaman dapat membuat kita lebih sulit beristirahat.
Sebelum tidur, kamu bisa mencoba:
- Meredupkan lampu kamar
- Menjaga kamar tetap sejuk dan nyaman
- Mengurangi suara yang mengganggu
- Merapikan tempat tidur
- Menggunakan pakaian tidur yang nyaman
Tidak perlu membuat kamar terlihat sempurna. Fokus saja pada beberapa hal yang membuat kamu merasa lebih rileks.
3. Kurangi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur
Scroll media sosial atau menonton video di tempat tidur bisa membuat waktu tidur semakin mundur. Belum lagi berbagai informasi yang muncul dapat membuat pikiran kembali aktif.
Cobalah memberikan jeda dari gadget sebelum tidur. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang lebih santai, seperti membaca buku, mendengarkan musik dengan volume rendah, atau melakukan peregangan ringan.
Kalau ponsel digunakan sebagai alarm, letakkan sedikit jauh dari tempat tidur agar kamu tidak tergoda untuk terus mengecek layar.
4. Hindari Memaksa Diri untuk Tidur
Ketika belum mengantuk, terus melihat jam dan menghitung berapa lama waktu tidur yang tersisa justru bisa membuat pikiran semakin tegang.
Cobalah untuk tidak terlalu fokus pada jam. Kalau sudah berbaring cukup lama tetapi belum mengantuk, kamu bisa bangun sebentar dan melakukan aktivitas tenang. Kembali ke tempat tidur ketika rasa kantuk mulai muncul.
Dengan begitu, tempat tidur tidak hanya diasosiasikan dengan rasa frustrasi karena sulit tidur.
5. Buat Rutinitas Menjelang Tidur
Rutinitas malam yang sederhana bisa menjadi sinyal bagi tubuh bahwa waktunya beristirahat.
Contohnya:
60 menit sebelum tidur
Mulai mengurangi aktivitas yang terlalu merangsang pikiran.
30 menit sebelum tidur
Matikan atau jauhkan gadget dan lakukan kegiatan santai.
Saat masuk kamar
Redupkan lampu, rapikan posisi tidur, kemudian fokus pada relaksasi.
Tidak harus mengikuti jadwal tersebut secara kaku. Sesuaikan dengan rutinitas dan kebutuhan kamu.
6. Perhatikan Kebiasaan di Siang Hari
Kualitas tidur malam juga berkaitan dengan aktivitas sepanjang hari. Usahakan tubuh mendapatkan cukup aktivitas fisik dan paparan cahaya alami pada siang hari.
Kamu juga bisa memperhatikan waktu tidur siang. Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu dekat dengan waktu tidur malam dapat membuat kamu semakin sulit mengantuk.
Selain itu, perhatikan konsumsi kafein, terutama menjelang sore dan malam, karena pada sebagian orang kafein dapat membuat tidur lebih sulit.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Kalau kesulitan tidur berlangsung terus-menerus, sering terjadi, atau mulai mengganggu pekerjaan, sekolah, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan dibiarkan.
Kamu dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mencari tahu penyebabnya. Insomnia bisa berkaitan dengan berbagai faktor, sehingga penanganannya juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Mulailah dari satu atau dua kebiasaan yang paling mudah dilakukan. Dengan rutinitas tidur yang lebih teratur dan lingkungan yang mendukung, kamu bisa membantu tubuh mendapatkan kesempatan untuk beristirahat dengan lebih baik.
