Sushi tidak selalu dibuat dengan cara digulung atau dibentuk menggunakan tangan. Ada juga sushi yang justru dibuat dengan cara ditekan menggunakan cetakan khusus. Namanya oshizushi, salah satu jenis sushi khas Jepang yang punya bentuk cukup berbeda dari sushi yang mungkin sering kamu temui.
Oshizushi memiliki tampilan yang rapi dengan bentuk kotak atau persegi panjang. Nasi dan topping disusun dalam cetakan kayu bernama oshibako, kemudian ditekan hingga seluruh bagian menyatu. Setelah dikeluarkan dari cetakan, sushi dipotong menjadi beberapa bagian sebelum disajikan.
Teknik sederhana tersebut menghasilkan sushi dengan struktur yang padat dan tampilan yang menarik. Yuk, kita kenali lebih jauh sejarah oshizushi, cara membuatnya, serta keunikan sushi press khas Jepang ini.
Apa Itu Oshizushi?
Oshizushi atau oshi sushi merupakan jenis sushi yang dibuat menggunakan teknik tekan. Kata oshi dalam bahasa Jepang berarti menekan, sehingga nama tersebut menggambarkan proses pembuatannya.
Berbeda dengan makizushi yang digulung menggunakan nori, oshizushi dibuat dengan menata nasi dan topping secara berlapis di dalam cetakan. Setelah itu, bagian atasnya ditekan hingga nasi dan topping menjadi satu kesatuan.
Beberapa ciri khas oshizushi yaitu:
- Dibuat menggunakan cetakan: Nasi dan topping ditekan dalam oshibako.
- Bentuknya rapi: Umumnya berbentuk persegi panjang atau kotak.
- Topping berada di bagian atas: Bahan dapat terlihat jelas setelah sushi dipotong.
- Teksturnya lebih padat: Proses pengepresan membuat nasi lebih menyatu.
- Dapat menggunakan berbagai topping: Ikan, sayuran, dan bahan lainnya bisa digunakan.
Sejarah Oshizushi di Jepang
Oshizushi memiliki hubungan erat dengan wilayah Kansai, khususnya Osaka. Salah satu bentuk yang terkenal adalah hakozushi atau sushi kotak dari Osaka.
Teknik pengepresan pada sushi berkembang sebelum gaya nigiri sushi menjadi populer. Pada masa lalu, metode seperti ini juga berkaitan dengan cara mengawetkan dan menyajikan ikan bersama nasi.
Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah battera, yaitu jenis oshizushi khas Osaka yang menggunakan ikan sebagai topping. Nama dan bahan yang digunakan dapat berbeda sesuai daerah dan resep yang berkembang.
Dari sini terlihat bahwa sushi Jepang memiliki banyak variasi teknik. Tidak semuanya dibuat dengan metode yang sama karena setiap daerah dapat mengembangkan gaya penyajian sesuai bahan dan tradisi setempat.
Apa Itu Oshibako?
Kalau ingin memahami cara membuat oshizushi, kita perlu mengenal oshibako. Ini merupakan cetakan yang digunakan untuk menekan nasi dan topping.
Tradisionalnya, oshibako dibuat dari kayu. Bentuknya seperti kotak panjang dengan bagian yang dapat digunakan untuk menekan isi di dalamnya.
Cara kerjanya cukup sederhana:
- Cetakan disiapkan dan dibersihkan.
- Nasi sushi dimasukkan ke bagian dasar.
- Topping disusun di atas nasi.
- Bagian atas kemudian ditekan.
- Sushi dikeluarkan dan dipotong sesuai ukuran.
Tekanan yang diberikan harus cukup untuk membuat nasi menyatu, tetapi tidak berlebihan agar tekstur nasi tetap nyaman ketika dimakan.
Topping yang Cocok untuk Oshizushi
Salah satu hal menarik dari oshizushi adalah pilihan toppingnya. Setiap daerah atau restoran bisa menggunakan bahan yang berbeda.
Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain:
| Topping | Karakter |
| Salmon | Lembut dan memiliki rasa gurih |
| Makarel | Memiliki rasa khas dan tekstur padat |
| Udang | Teksturnya kenyal dan rasanya ringan |
| Tamagoyaki | Lembut dengan rasa gurih manis |
| Timun | Renyah dan menyegarkan |
Untuk versi rumahan, kamu bisa memilih topping yang mudah ditemukan. Salmon matang, udang matang, atau tamagoyaki dapat menjadi pilihan yang praktis.
Cara Membuat Oshizushi di Rumah
Tidak punya oshibako? Jangan langsung mengurungkan niat membuat oshizushi. Kamu bisa menggunakan wadah kotak kecil yang bersih dan memiliki dasar rata sebagai alternatif cetakan.
Pertama, lapisi bagian dalam wadah dengan plastik makanan agar sushi lebih mudah dikeluarkan. Masukkan nasi sushi secukupnya, kemudian ratakan.
Letakkan topping di atas nasi. Kalau ingin membuat beberapa lapisan, kamu bisa menambahkan nori atau bahan lain di antara nasi dan topping.
Setelah semua bahan tersusun, tutup dengan bagian plastik yang tersisa. Tekan permukaannya secara perlahan menggunakan benda dengan permukaan rata dan bersih.
Setelah cukup padat, keluarkan sushi dari wadah. Potong menggunakan pisau tajam yang sedikit dibasahi agar hasil potongannya lebih rapi.
Tips agar Oshizushi Tidak Hancur
Membuat sushi press membutuhkan tekanan yang pas. Kalau terlalu longgar, nasi mudah terurai. Sebaliknya, tekanan berlebihan dapat membuat nasi terlalu padat.
Coba beberapa tips berikut:
- Gunakan nasi yang pulen agar lebih mudah menyatu.
- Jangan memasukkan terlalu banyak nasi ke dalam cetakan.
- Ratakan setiap lapisan sebelum menambahkan bahan berikutnya.
- Gunakan plastik makanan agar sushi lebih mudah dikeluarkan.
- Basahi pisau sebelum memotong supaya nasi tidak terlalu menempel.
- Potong dengan satu gerakan agar bentuk sushi tetap rapi.
Oshizushi Punya Tampilan yang Berbeda
Oshizushi menawarkan pengalaman yang berbeda dari sushi gulung maupun nigiri. Bentuknya yang kotak, susunan topping yang terlihat jelas, serta teknik pengepresannya menjadi karakter utama hidangan ini.
Selain memiliki sejarah panjang dalam kuliner Jepang, oshizushi juga cukup menarik untuk dibuat di rumah. Dengan cetakan sederhana dan bahan yang mudah ditemukan, kamu bisa mencoba membuat sushi press dengan berbagai kombinasi topping.
Kalau selama ini kamu hanya mengenal sushi berbentuk gulungan atau nasi dengan topping di atasnya, oshizushi bisa menjadi pilihan menarik untuk memperluas pengetahuan tentang beragam jenis sushi Jepang.
