in

Cara Membersihkan Spons Cuci Piring agar Tidak Cepat Bau

Spons cuci piring sering terlihat bersih setelah dibilas, padahal masih ada sisa makanan, minyak, dan sabun yang tertinggal di dalam pori-porinya. Apalagi kalau spons langsung diletakkan di dekat wastafel dalam kondisi basah, aromanya bisa berubah menjadi tidak sedap hanya dalam beberapa hari.

Masalahnya, spons digunakan berulang kali untuk membersihkan piring, gelas, sendok, hingga peralatan memasak. Kalau kebersihannya tidak dijaga, spons yang lembap bisa menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme.

Supaya tidak perlu terus-menerus membeli spons baru, kamu bisa menerapkan beberapa cara membersihkan spons cuci piring agar tidak cepat bau. Perawatannya cukup sederhana, tetapi ada beberapa kebiasaan yang perlu diubah agar spons tetap bersih dan tidak menjadi sumber kotoran di dapur.

1. Bilas Spons Sampai Tidak Ada Sisa Sabun dan Makanan

Setelah selesai mencuci piring, jangan langsung meletakkan spons di tempat penyimpanan. Sisa makanan dan busa sabun yang tertinggal bisa bercampur dengan kelembapan, lalu menimbulkan aroma tidak sedap.

Cara membersihkannya bisa dimulai dengan langkah berikut:

  1. Bilas spons menggunakan air mengalir.
  2. Remas perlahan beberapa kali untuk mengeluarkan sisa sabun dan kotoran.
  3. Periksa apakah masih ada remah makanan yang tersangkut.
  4. Bilas kembali sampai air yang keluar terlihat bersih.
  5. Peras spons untuk mengurangi air yang tersisa.

Hindari meremas spons terlalu keras jika bahannya mudah robek. Kamu juga sebaiknya tidak hanya membilas permukaan luarnya karena kotoran bisa tertinggal di bagian dalam.

2. Gunakan Sabun Pencuci Piring untuk Membersihkan Spons

Spons yang digunakan untuk mencuci peralatan berminyak perlu dibersihkan secara menyeluruh. Kamu bisa menggunakan sedikit sabun pencuci piring untuk membantu mengangkat sisa lemak dan kotoran yang menempel.

Berikut langkah praktis yang bisa kamu lakukan:

  • Basahi spons dengan air bersih.
  • Tambahkan sedikit sabun pencuci piring.
  • Remas perlahan agar sabun menjangkau bagian dalam spons.
  • Bilas sampai tidak ada busa yang tertinggal.
  • Peras dan letakkan di tempat yang memungkinkan spons mengering.

Lakukan langkah ini setelah spons digunakan untuk membersihkan peralatan yang sangat berminyak atau memiliki banyak sisa makanan.

Perlu diingat, mencuci spons dengan sabun dapat mengurangi kotoran, tetapi tidak menjamin seluruh mikroorganisme yang ada di dalamnya hilang. Karena itu, pengeringan dan penggantian spons secara berkala tetap penting.

3. Keringkan Spons dengan Cara yang Benar

Spons yang terus-menerus basah cenderung lebih cepat berbau dibandingkan spons yang dikeringkan dengan baik. Oleh karena itu, tempat penyimpanan juga perlu diperhatikan.

Jangan membiarkan spons terendam air di dasar wadah atau menumpuk bersama kain lap basah. Kondisi tersebut membuat spons lebih lama kering.

Coba terapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Gunakan tempat spons berlubang agar air bisa mengalir keluar.
  • Letakkan spons di area yang memiliki sirkulasi udara baik.
  • Hindari menyimpan spons dalam wadah tertutup saat masih basah.
  • Pisahkan spons dari genangan air dan sisa makanan di sekitar wastafel.

Kalau memungkinkan, siapkan dua spons untuk penggunaan bergantian. Namun, pastikan spons yang sedang tidak digunakan sudah dibersihkan dan dikeringkan dengan baik, bukan sekadar didiamkan dalam keadaan basah.

4. Apakah Spons Cuci Piring Perlu Direndam dengan Air Panas?

Merendam spons dengan air panas sering dianggap sebagai cara untuk menghilangkan bau. Namun, cara ini tidak selalu efektif untuk membersihkan spons secara menyeluruh, terutama jika kotoran sudah menumpuk di bagian dalam.

Air panas juga belum tentu aman untuk semua jenis spons. Beberapa bahan bisa berubah bentuk atau cepat rusak jika terkena suhu tinggi.

Jika ingin menggunakan metode pembersihan tambahan, perhatikan petunjuk perawatan dari produsen spons. Hindari memanaskan spons di dalam microwave, terutama jika bahannya tidak diketahui atau mengandung bagian logam. Spons juga tidak boleh dipanaskan dalam kondisi kering.

Jangan mencampurkan berbagai bahan pembersih rumah tangga untuk membersihkan spons. Campuran tertentu dapat menghasilkan reaksi yang berbahaya. Membersihkan spons dengan sabun, membilasnya secara menyeluruh, dan mengeringkannya merupakan langkah perawatan dasar yang lebih mudah diterapkan.

5. Kenali Kapan Spons Harus Diganti

Membersihkan spons secara rutin memang penting, tetapi spons tidak bisa digunakan selamanya. Seiring pemakaian, teksturnya bisa rusak dan kotoran semakin sulit dibersihkan.

Sebaiknya ganti spons jika kamu menemukan tanda-tanda berikut:

  • Bau tidak sedap tetap muncul meskipun spons sudah dicuci.
  • Permukaan spons berlendir atau berubah warna secara tidak wajar.
  • Spons mulai rapuh, robek, atau hancur saat digunakan.
  • Ada kotoran yang sulit dikeluarkan dari bagian dalam.

Tidak ada satu jadwal penggantian yang cocok untuk semua spons karena frekuensi pemakaian dan jenis bahan bisa berbeda. Periksa kondisinya secara rutin dan ganti lebih cepat jika sudah menunjukkan tanda kerusakan.

Kesimpulan

Cara membersihkan spons cuci piring agar tidak cepat bau bisa dimulai dengan membilasnya sampai bersih, menggunakan sabun pencuci piring, dan mengeringkannya di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

Jangan lupa memeriksa kondisi spons secara berkala. Kalau bau tetap muncul atau teksturnya sudah rusak, mengganti spons merupakan pilihan yang lebih baik daripada terus menggunakannya. Dengan kebiasaan sederhana ini, kebersihan area wastafel lebih terjaga dan kegiatan mencuci piring terasa lebih nyaman.