in

Mengenal Risalamande, Olahan Puding Beras asal Denmark yang Patut Dicoba

HALUAN.CORisalamande (yang juga dieja sebagai ris à l’amande), adalah makanan penutup tradisional khas Denmark yang seringkali disajikan saat makan malam Natal serta perayaan Julefrokost. Makanan ini terbuat dari puding beras yang dicampur dengan krim kocok, gula, vanila, dan tumbukan kacang almond. Risalamande kerap disajikan dalam kondisi dingin dengan tambahan saus ceri hangat (kirsebærsovs).

Meski makanan penutup ini berasal dari Denmark, nama Risalamande sendiri diambil berdasarkan frasa Perancis yakni “riz à l’amande” yang berarti “nasi dengan almond”. Hingga kini Risalamande menjadi ejaan yang disahkan oleh Komite Bahasa Denmark untuk olahan puding beras ini.

Risalamande terinspirasi oleh makanan penutup klasik Perancis yaitu “riz à l’impératrice” (nasi permaisuri) yang lebih padat, dibentuk dalam cetakan serta dihias dengan jeli raspberry sebagai bubuhannya.

Muasal Risalamande diciptakan pada penghujung abad ke-19. Risalamande mendapatkan popularitas ketika puding beras menjadi menu penutup umum di masyarakat Denmark. Terlebih saat itu, puding beras menjadi hidangan eksklusif yang membutuhkan dua bahan impor yang mahal: beras dan kayu manis.

Setelah Perang Dunia II, Risalamande kian melejit dan disebut-sebut sebagai pencuci mulut yang ekonomis. Dengan menambahkan krim kocok yang mudah didapat ke dalam puding beras yang masih cukup mahal, akan membuat puding beras lebih awet. Untuk meminimalkan biaya, Risalamande juga sering dibuat tanpa menambahkan kacang almond.

Puding nasi sederhana atau disebut risengrød dalam bahasa Denmark, dapat disajikan sepanjang tahun di seantero negeri. Tetapi Risalamande sering dianggap juga sebagai hidangan Natal. Terlebih disajikan panas dan diberi kayu manis serta mentega, dan dihidangkan dengan bir malt ketika malam Natal

Sebagian keluarga di Denmark membuat puding beras dalam jumlah besar untuk makan malam pada tanggal 23 Desember atau ketika momen lillejuleaften yang berarti “Malam Natal Kecil”. Mereka menyimpannya sebagian untuk menyiapkan Risalamande sebagai makanan penutup setelah makan malam Natal yang besar.

Pada malam Natal, almond utuh ditambahkan ke makanan penutup, dan orang yang menemukannya seperti tengah memenangkan hadiah kecil layaknya babi marzipan, hati cokelat, atau permainan papan kecil yang begitu menggemaskan.

Tidak hanya di Denmark, olahan puding beras yang mirip Risalamande juga bisa ditemukan di Swedia dan Noregia. Di Swedia, olahan puding beras ini disebut ris à la Malta. Biasanya makanan ini terbuat dari puding beras dingin, krim kocok, gula dan vanila, dengan atau tanpa almond.

Secara tradisi, orang yang menemukan almond tersembunyi di makanan penutup diharapkan menikah sebelum Natal berikutnya. Ada juga varian Risalamande yang mengandung bubuhan jeruk potong dadu disebut apelsinris. Hidangan ini juga sebagian besar disajikan dengan buah beri beku yang lembut, selai, atau semi-cair.

Sedangkan orang Norwegia memiliki hidangan serupa yang disebut riskrem atau yang berarti krim beras. Seperti di Denmark, orang yang menemukan almond tersembunyi di makanan penutup bakal memenangkan mandelgave (hadiah almond) dalam bentuk babi marzipan atau sejenisnya.

Makanan penutup mungkin berisi almond untuk menambah rasa, tetapi sebagian besar dipotong di atasnya sebagai hiasan. Di Norwegia, saus biasanya terbuat dari raspberry (atau bahkan strawberry), dan jarang sekali menggunakan ceri.

Risalamande menjadi salah satu rekomendasi makanan penutup yang bisa dinikmati bersama keluarga maupun orang tercinta. Sudah banyak produksian rumahan di Indonesia yang menyediakan olahan puding beras ini, untuk bisa dipesan oleh para penikmatnya.

Article by

Haluan Logo