in

Benarkah Intermittent Fasting Tidak Efektif Menurunkan Berat Badan?

Article by
Jam makan. Foto: Instagram.

Banyak metode diet berfokus pada apa yang harus dimakan, tetapi intermiten fasting tidak. Intermittent fasting justru lebih berfokus pada waktu makan dengan pembagian jendela waktu tertentu.

Dengan melakukan puasa intermiten, kamu hanya makan selama waktu tertentu. Misalnya, kamu dituntut untuk puasa selama beberapa jam setiap hari, atau makan hanya satu kali dalam beberapa hari dalam seminggu.

Bahkan, konon ada rumor yang menyebut bahwa kamu bisa makan sepuasnya meski menjalankan intermittent fasting. Lantas, benarkah metode diet ini efektif untuk mempertahankan atau menurunkan berat badan?

Jawabannya, tidak. Pola makan yang dibatasi waktu tidak berpengaruh untuk menurunkan berat badan, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Klaim tersebut berasal dari sebuah studi baru yang diterbitkan di Journal of American Heart Association, yang menemukan bahwa indikator terbesar dari perubahan berat badan seseorang, dari waktu ke waktu adalah frekuensi dan takaran makanan yang mereka makan, bukan waktu makan.

Konsumsi sedikit makanan atau defisit kalori lebih berpengaruh kepada penurunan berat badan dari waktu ke waktu. Sementara itu, pembatasan waktu tidak terlalu penting dalam mencegah kenaikan berat badan, atau bahkan mendorong penurunan berat badan.

Lebih sedikit makanan kecil dengan kurang dari 500 kalori setiap hari, dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Sebaliknya, makan berat dengan lebih dari 1.000 kalori  atau makanan sedang dengan 500 sampai 1.000 kalori, erat kaitannya dengan peningkatan berat badan.

Studi ini tidak dapat menentukan apakah jenis puasa intermiten tertentu, seperti 16:8 (puasa selama 16 jam, dan makan selama 8 jam) dalam 24 jam sehari, berdampak pada berat badan dari waktu ke waktu.

Tetapi membatasi waktu makan seseorang, misalnya, hanya makan antara pukul 10.00 dan 18.00, setidaknya memiliki dampak yang signifikan terhadap pembatasan asupan kalori. Dengan catatan, kamu harus tetap memperhatikan apa yang kamu makan serta takaran kalorinya.

Article by