in

7 Mitos Makanan Sehat yang Ternyata Salah, Perlu Diketahui!

Mitos Makanan yang Dianggap Benar (Freepik)

Ada banyak cara untuk menerapkan gaya hidup sehat, dimulai dari mengubah pola makan yang baik, karena apa yang kamu konsumsi memiliki dampak besar pada kesehatan tubuh. Tetapi, masih banyak mitos seputar makanan sehat yang salah namun tetap diyakini, padahal menurut para ahli menilai sebagai informasi yang keliru.

Untuk menghindari kesalahpahaman makanan sehat, penting untuk mengetahui mitos-mitos makanan yang sebaiknya tidak dipercayai lagi menurut para ahli. Berikut ini beberapa mitos makanan sehat yang sebenarnya keliru.

1. Karbohidrat dianggap buruk

Ilustrasi Makanan yang Mengandung Karbohidrat (Freepik).

Seseorang yang menjalankan program diet pasti akan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat. Makanan karbohidrat dianggap tidak sehat untuk tubuh. Mengutip dari British Medical Journal yang menjelaskan bahwa mengonsumsi karbohidrat seperti gandum utuh memiliki 30 % tingkat terhindar terjadinya penyakit jantung.

Asupan karbohidrat sangat dibutuhkan oleh tubuh karena sebagai sumber energi. Mengonsumsi karbohidrat yang tinggi serat, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah, dan sayuran, telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis  dan dapat meningkatkan masa hidup yang lebih panjang.

2. Lebih sehat mengonsumsi makanan rendah lemak

Sering kali orang menganggap makanan rendah lemak baik untuk kesehatan. Padahal, beberapa makanan yang sering disebut “rendah lemak” terdapat tambahan sodium dan gula sering dilakukan secara berlebihan untuk mengatasi kurangnya rasa akibat pengurangan lemak. Meskipun ada banyak produk makanan yang baik, tidak semua yang berlabel bebas lemak otomatis lebih sehat.

3. Telur tidak sehat

Ilustrasi Telur Dianggap Tidak Sehat (Freepik)

Telur sering dianggap berisiko untuk kesehatan karena mengandung kolesterol. Namun, menurut Harvard Health Publishing, penelitian terkini menunjukkan bahwa lemak jenuh dan lemak trans dalam makananlah yang merangsang hati untuk menghasilkan kolesterol.

Oleh karena itu, ketakutan akan kadar kolesterol yang tidak sehat dalam tubuh seharusnya lebih berfokus pada konsumsi makanan yang kaya lemak jenuh dan bukan hanya pada makanan yang tinggi kolesterol. Selain itu, perlu dicatat bahwa telur termasuk makanan yang rendah lemak, terutama jika dibandingkan dengan nutrisi penting lainnya yang terkandung di dalamnya.

4. Wortel mentah lebih sehat

Ilustrasi Konsumsi Wortel Mentah Lebih Sehat (Freepik)

Wortel memiliki kandungan nutrisi yang kaya. Sayuran yang memiliki vitamin A yang tinggi, sering diyakini dapat meningkatkan kesehatan mata, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Namun, fakta yang sebenarnya adalah kandungan antioksidan pada wortel justru menjadi lebih efektif setelah dimasak hingga matang. Menurut penelitian yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, para peneliti menemukan bahwa kandungan nutrisi pada wortel yang telah matang mengalami peningkatan yang signifikan.

5. Seledri untuk membakar kalori

Ilustrasi Seledri Dapat Membakar Kalori (Freepik)

Umumnya seledri digunakan dalam masakan, diyakini juga memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan. Seledri dianggap sebagai salah satu makanan dengan kalori negatif yang dapat membantu membakar kalori dalam tubuh.

Namun, menurut Mayo Clinic mengungkapkan bahwa seledri sebenarnya kaya akan serat yang tinggi. Kandungan serat ini yang membuatnya bermanfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh.

6. Pedas penyebab maag

Ilustrasi Makanan Pedas Pemicu Maag (Freepik)

Makanan pedas menjadi makanan yang disukai kebanyakan orang dan dapat meningkatkan nafsu makan. Meskipun demikian, makanan pedas sering dianggap sebagai penyebab terjadinya masalah lambung dan produksi asam lambung yang dapat berdampak buruk untuk kesehatan.

Namun, sebenarnya asam lambung atau gejala maag lebih sering disebabkan oleh pertumbuhan bakteri bernama Helicobacter Pylori. Rasa pedas tidak berkaitan langsung dengan pemicu maag atau peningkatan produksi asam lambung.

7. Margarin lebih baik dari mentega

Ilustrasi Margarin Lebih Sehat dari Mentega (Freepik)

Sekilas margarin dan mentega terlihat serupa, faktanya keduanya terbuat dari jenis lemak yang berbeda. Margarin dibuat dari lemak nabati, sementara mentega dibuat dari lemak hewani. Sebagai hasilnya, margarin dianggap lebih sehat daripada mentega.

Tak heran, banyak orang menilai lebih baik menggunakan margarin daripada mentega. Padahal menurut para ahli menyatakan bahwa sebagian besar margarin diproduksi dengan menggunakan campuran lemak trans, yang dapat berdampak negatif pada kadar kolesterol dan kesehatan jantung. Berita baiknya, baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) menyatakan bahwa banyak penggunaan lemak trans telah ditarik dari produksi makanan.